menu

Read more: http://epg-studio.blogspot.com/2011/04/tab-menu-horizontal-dengan-css-versi-4.html#ixzz1bQMIartw

Kamis, 08 Desember 2011

Pengertian Media Transmisi


Medium dengan bentuk jamaknya media, secara langsung berasal dari Bahasa Latin yang bermaksud "sesuatu di pertengahan" adalah pembawa sesuatu dalam pengertian yang paling populer, dari informasi, umumnya gagasan manusia. Bergantung pada sifat sebenarnya, medium menyediakan pengiriman atau penyimpanan informasi atau keduanya. Dalam ilmu Agama medium adalah perantara yang menghubungkan manusia yang masih hidup dengan dunia roh, ataupun dengan roh-roh orang mati.
Untuk melakukan komunikasi data, diperlukan beberapa kebutuhan. Kebutuhan yang paling signifikan dan pertama kali harus diperhatikan yaitu kebutuhan perangkat keras komunikasi. Dalam bab ini akan dibahas beberapa kebutuhan perangkat keras dalam komunikasi data. Perangkat keras yang dibutuhkan pada dasarnya adalah pengirim, sistem transmisi , dan penerima data.
Tadi telah disebutkan beberapa macam perangkat keras komunikasi. Setiap perangkat keras komunikasi pasti mempunyai infrastrukturnya masing-masing. Data-data pada jaringan dapat ditransmisikan melalui 2 media :
Copper media merupakan semua media transmisi data yang terbuat dari bahan tembaga. Orang biasanya menyebut dengan nama kabel. Data yang dikirim melalui kabel, bentuknya adalah sinyal-sinyal listrik (tegangan atau arus) digital. Jenis-jenis kabel yang dipakai sebagai transmisi data pada jaringan :
A.           MEDIA TRANSMISI GUIDE
Cable Guided media menyediakan jalur transmisi sinyal yang terbatas secara fisik, meliputi twisted-pair cable, coaxial cable (kabel koaksial) dan fiber-optic cable (kabel serat optik). Sinyal yang melewati media-media tersebut diarahkan dan dibatasi oleh batas fisik media. Twisted-pair dan coaxial cable menggunakan konduktor logam yang menerima dan mentransmisikan sinyal dalam bentuk aliran listrik. Optical fiber/serat optik menerima dan mentransmisikan sinyal data dalam bentuk cahaya.


1. Shielded Twisted-Pair (STP) Cable

Kabel ini merupakan media guide yang paling simple dan umum digunakan. Twisted-pair terdiri dari dua kabel tembaga terisolasi yang saling dijalinkan untuk mengurangi akibat interferensi elektrical dari piranti elektronik dan kabel terdekat.

2.Unshielded Twisted-Pair (UTP) Cable

UTP adalah media yang sangat umum digunakan, terutama pada sistem komunikasi telepon walaupun sebenarnya media ini dapat digunakan baik untuk transmisi data maupun suara. Suatu twisted-pair terdiri dari dua konduktor (biasanya tembaga) yang satu sama lain memiliki isolasi plastik dengan warna yang berbeda untuk identifikasi.
Kelebihan UTP adalah efisiensi biaya dan kemudahan penggunaan.

3.Shielded Twisted-Pair (STP) Cable

STP memiliki lapisan metal yang membungkus tiap pasang dari konduktor yang terbungkus isolasi. Lapisan metal tersebut melindungi dari penetrasi noise elektromagnetik dan mengeliminasi crosstalk.
STP memiliki kualitas dan konektor yang sama seperti UTP, tapi pelindungnya harus terkoneksi ke ground. Kelebihan STP adalah lebih tahan terhadap noise.

4.Coaxial Cable (Kabel Koaksial, dikenal juga sebagai ’coax’)

Coaxial cable membawa sinyal data dengan range frekuensi yang lebih tinggi daripada twisted-pair cable. Coax memiliki satu konduktor metal (biasanya tembaga) yang terbungkus dalam selubung isolator, yang terbungkus lagi dalam lapisan luar dari metal. Lapisan metal ini berfungsi sebagai pelindung dari noise dan konduktor kedua yang melengkapi rangkaian. Konduktor ini juga terbungkus dalam pelindung isolater, dan seluruh kabel dilindungi oleh pembungkus plastik.
http://2.bp.blogspot.com/_3Emyx0cWpPk/R6UaqWPB9rI/AAAAAAAAAMA/ojR1BYO7jxs/s320/coaxial+cable+--+homepages.uel.ac.uk.gif

5.OPTICAL FIBER (SERAT OPTIK)

Optical fiber terbuat dari kaca atau plastik dan mentransmisikan sinyal dalam bentuk cahaya. Suatu fiber terbuat dari dua plastik atau gelas dengan ukuran silinder yang berbeda. Silinder luar disebut cladding (dengan density yang lebih rendah) dan silinder di bagian dalam disebut core.

Untuk memahami pengiriman data yang dilakukan optical fiber kita perlu memahami pembiasan (refraksi) dan pemantulan (refleksi) cahaya.

Saat suatu cahaya mencapai interface antara dua media dengan density yang berbeda, sinar tersebut dapat dipantulkan ataupun dibiaskan. Jika sudut datang (sudut datangnya cahaya terhadap garis yang tegak lurus permukaan) lebih kecil dari sudut kritis (critical angle, sudut ini didapat dari perbandingan density dua media tersebut) maka cahaya akan dibiaskan. Jika sudut datang lebih besar dari sudut kritis maka cahaya akan dipantulkan.
http://4.bp.blogspot.com/_3Emyx0cWpPk/R6Uaq2PB9tI/AAAAAAAAAMQ/JSwobDQzmH8/s320/fiber-mode.gif


6.Keuntungan Penggunaan Fiber Optik

1. Ketahanan terhadap noise
2. Lebih sedikit penguatan sinyal
3. Bandwidth yang lebih besar

7.Kekurangan Penggunaan Fiber Optik

1. Biaya lebih tinggi
2. Instalasi lebih rumit
3. Rapuh. Secara fisik serat kaca lebih mudah rusak daripada kabel tembaga


C.    TRANSMISI UNGUIDE/WIRELESS

Unguided media atau komunikasi tanpa kabel (wireless) mentransmisikan gelombang elektromagnetik tanpa menggunakan konduktor secara fisik. Sinyal dikirimkan secara broadcast melalui udara (atau air, dalam beberapa kasus).

1.Radio Frequency Allocation


Dikenal juga sebagai radio komunikasi. Dibagi dalam beberapa range frekuensi yang diatur pemerintah.



http://3.bp.blogspot.com/_3Emyx0cWpPk/R6UaumPB9vI/AAAAAAAAAMg/OBDklzmeqJ4/s320/tec_communication_02_l_e.gif


2.VLF (Very Low Frequency) dan LF (Low Frequency)
Sinyal-sinya ini dipropagasikan sangat dekat dengan permukan bumi, tidak dapat melewati objek yang padat dan digunakan dalam navigasi radio jarak jauh.

3.MF (Medium Frequency) dan HF (High Frequency)
Sinyal-sinyal ini dikirimkan lewat udara dan memantul kembali ke bumi. Digunakan untuk komunikasi jarak jauh.

4.VHF (Very High Frequency) dan UHF (Ultra High Frequency)
Sinyal-sinyal ini biasanya dikirimkan secara line of sight. Digunakan pada terrestrial, satellite dan komunikasi dengan radar.

5.EHF (Extremely High Frequency) dan SHF (Super High Frequency)
Digunakan untuk berkomunikasi dengan objek di luar atmosfir bumi.

6.Terrestrial Microwave

Microwave tidak dapat mengikuti bentuk bumi sehingga memerlukan transmisi line-of-sight. Yaitu transmisi mengikuti garis lurus. Jarak yang bisa dilingkupi oleh sinyal tersebut tergantung dari besar dan tinggi antena.

Sinyal microwave berpropagasi satu arah pada satu waktu, sehingga dua frekuensi diperlukan untuk komunikasi dua arah.


http://4.bp.blogspot.com/_3Emyx0cWpPk/R6Uat2PB9uI/AAAAAAAAAMY/r3FpMC0wSv4/s320/Microwave+erealmedia+dot+com.jpg



7.Satellite Communication (Komunikasi Satelit)

Komunikasi satelit mirip dengan line-of-sight microwave, hanya saja salah satu stasiunnya, yaitu satelit, mengorbit di atas bumi. Satelit berfungsi seperti antena dan repeater yang sangat tinggi.

http://3.bp.blogspot.com/_3Emyx0cWpPk/R6UaqmPB9sI/AAAAAAAAAMI/FM9_4dtVgzI/s320/communications_satellite+radio-electronics+dot+com.gif

BAB III
PENUTUP
A.                KESIMPULAN
Komunikasi data berkaitan dengan komunikasi mesin ke mesin seperti misalnya terminal ke komputer, dan komputer ke komputer. Sebagian besar mesin yang mempunyai kecerdasan menggunakan sinyal listrik digital maka komunikasi termudah juga menggunakan sinyal digital. Saat ini hampir segala macam informasi seperti misalnya suara, video, facsimile dan sebagainya telah disalurkan dengan menggunakan sinyal digital. Jaringan telekomunikasi pada umumnya telah menggunakan teknik digital. Para pakar telekomunikasi berusaha menyatukan segala macam layanan tersebut melalui satu jaringan terpadu pita lebar.
Komunikasi data merupakan gabungan 2 macam teknik yaitu teknik telekomunikasi dan teknik data processing. Seperti telah diketahui telekomunikasi ialah segala kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran informasi dari satu tempat ke tempat yang lain, sedangkan data processing ialah segala kegiatan yang berhubungan dengan pengolahan data. Kombinasi kedua teknik ini disebut sebagai komunikasi data atau kadang-kadang juga teleprocessing.
Untuk melakukan komunikasi data, diperlukan beberapa kebutuhan. Kebutuhan yang paling signifikan dan pertama kali harus diperhatikan yaitu kebutuhan perangkat keras komunikasi. Perangkat keras yang dibutuhkan pada dasarnya adalah pengirim, sistem transmisi , dan penerima data. Setiap perangkat keras komunikasi pasti mempunyai infrastrukturnya masing-masing. Data-data pada jaringan dapat ditransmisikan melalui 3 media :
1. Copper media (media tembaga)
* Coaxial
* UTP
2. Optical Media
* Fiber Optic
3. Wireless Media


Sistem komunikasi data dapat dimulai dengan sistem yang sederhana misalnya menyambungkan dua komputer yang letaknya berjauhan, dikembangkan menjadi internet akses yaitu jaringan yang memungkinkan kita mendapatkan akses ke informasi yang tersedia pada berbagai macam komputer yang tersambung pada jaringan Internet. Jaringan yang lebih canggih memungkinkan seseorang mengakses komputer untuk mendapatkan fasilitas misalnya menjalankan program, mengakses data base, melakukan komunikasi dengan pemakai lain. Dalam lingkungan ideal semua fasilitas ini harus transparan sehingga seorang pemakai terlindungi dari kerumitan teknik sehingga walaupun sesungguhnya mereka secara fisik berada pada lokasi yang terpisah akan tetapi pemakai tidak akan terpengaruh. Untuk memungkinkan terjadinya hal seperti ini, harus ada sesuatu baik perangkat keras maupun perangkat lunak yang memetakan sumber daya (resources) yang diperlukan di atas menjadi sesuai dengan apa yang diperlukan oleh pemakai. Sesuatu ini dikenal sebagai sistem komunikasi data. Tiga elemen sistem harus tersedia dalam komunikasi data, yaitu :
1. Sumber data (Source),                                                                                                          
2. Media transmisi (transmission media) yang membawa data yang dikirimkan dari sumber     
data ke elemen yang ketiga
3. Penerima (Receiver).
Bila salah satu elemen tidak ada, maka komunikasi tidak akan dapat dilakukan. Bila salah satu elemen tidak ada maka komunikasi tidak akan dapat dilakukan.

B.                  SARAN
Berdasarkan kesimpulan dan implikasi materi paper ini, maka penulis menyampaikan saran yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dan dosen dalam proses pembelajaran, sehingga hasil belajar mahasiswa meningkat. Adapun saran-sarannya sebagai berikut:
1. Sebelum diadakannya pembelajaran harus diperhatikan dahulu pengertian dari masing-
     masing istilah dalam materi mata kuliah Komunikasi Data.
2. Dalam proses pembelajaran khususnya pembelajaran mata kuliah Komunikasi Data,                          hendaknya data menggunakan metode praktikum, karena dapat menciptakan situasi dan kondisi yang mendorong keinginan belajar mahasiswa terhadap suatu materi mata kuliah dengan mempraktekkan secara langsung.
3. Memberikan motivasi dengan memberikan penugasan-penugasan yang berkaitan dengan
Komunikasi Data.                                                                                                                




DAFTAR PUSTAKA

Stalling,william.2001.Komunikasi data dan komputer(dasar-dasar komunikasi data).Jakarta:Salemba Teknika.
http://searchnetworking.techtarget.com/sDefinition/0,,sid7_gci509198,00.htm
1. http://www.eepis-its.edu
2. http://www.elearning.uns.ac.id
3. http://www.kuliahkomdat.blogspot.com
4. http://www.siskastikommi.blogspot.com
5. http://www.prasimax.com
6. http://www.bsi.ac.id
7. http://www.unisri.ac.id